
Bahaya yang ada didalam kantor
Office Safety (Keselamatan Kerja di Kantor) adalah serangkaian upaya, prosedur, dan kebijakan yang dirancang untuk mencegah kecelakaan, cedera, serta penyakit akibat kerja di lingkungan kantor.
Meskipun kantor sering dianggap sebagai tempat yang aman dibandingkan pabrik atau lokasi konstruksi, lingkungan ini tetap memiliki risiko tersembunyi seperti bahaya listrik, ergonomi yang buruk, hingga risiko kebakaran.
Bahaya Didalam Kantor
A. Tata Letak & Pembenahan dalam Ruang (Physical layout and Housekeeping):
Desain tata letak yang buruk dan kurangnya pembenahan (housekeeping) dapat menyebabkan: Kesesakan dalam ruang, Kurangnya privasi, Tergelincir, Tertimpa, Tersandung dan Jatuh
Faktor-faktor penting yang berkaitan dengan tata ruang dan ketertiban kantor antara lain:
- Pertahankan jarak setidaknya 3 kaki antara meja (leluasa dalam pergerakan orang)
- Setidaknya 1,7 m persegi per karyawan
- Jauhkan telepon atau alat elektronik yang menggunakan kabel serta kabel listrik dari lorong dan jalan setapak
- Mesin kantor harus dijauhkan dari tepi meja dan meja – Periksa secara teratur, dan perbaiki atau ganti karpet yang rusak
- Buang puing-puing berlebih dari area erja
- Bersihkan tumpahan segera
B. Bahaya Pintu Keluar dan Jalan Keluar (Exit) :
- Jalan keluar yang diblokir atau tidak direncanakan dengan benar dapat menyebabkan cedera akibat terpeleset, tersandung, dan jatuh
- Jika karyawan terjebak selama keadaan darurat karena jalan keluar yang tidak benar, cedera atau kematian yang lebih serius dapat terjadi.
Kontrol untuk memastikan sarana jalan keluar yang tepat dan aman meliputi:
- Lebar akses keluar minimal 28 inci
- Umumnya, dua Pintu keluar harus disediakan
- Pintu keluar dan akses ke Pintu keluar harus ditandai
- Sarana jalan keluar, termasuk tangga yang digunakan untuk Pintu keluar darurat, harus bebas dari halangan dan penerangan yang memadai
- Karyawan harus waspada terhadap Pintu keluar dan dilatih dalam prosedur evakuasi.
C. Bahaya Kebakaran :
Untuk mengurangi bahaya kebakaran kantor :
- Alat pemadam api dan alarm harus ditempatkan di tempat yang mencolok dan dapat diakses
- Simpan kelebihan bahan kertas di dalam Iemari, arsip, atau loker
- Gunakan material tahan api.
D. Bahaya Penyimpanan dan Penanganan Barang
- Pengangkatan material yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal seperti keseleo, tegang, dan radang sendi
- Bahan kantor yang tidak disimpan dengan benar dapat menyebabkan bahaya seperti benda jatuh menimpa pekerja, jarak pandang yang buruk, dan kebakaran.
Beberapa kontrol untuk mengurangi bahaya penanganan dan penyimpanan barang di kantor meliputi:
- Program pengendalian ergonomis yang efektif menggabungkan kesadaran dan pelatihan karyawan dan desain tugas kerja yang ergonomis.
- Tidak ada penyimpanan bahan di atas lemari atau di gang atau jalan setapak
- Benda-benda berat disimpan di rak bawah dan bahanbahan ditumpuk dengan rapi
- Bahan yang mudah terbakar dan mudah terbakar diidentifikasi dan disimpan dengan benar.
E. Bahaya yang disebabkan Furnitur Kantor
Cedera serius dapat terjadi akibat:
- Furnitur yang rusak
- Penyalahgunaan kursi, meja, atau lemari arsip
- Penggunaan tangga dan bangku yang tidak tepat
Pengendalian Bahaya yang disebabkan Furnitur Kantor:
Kursi :
- Jangan memanjat kursi kantor mana pun, gunakan tangga atau bangku
- Kursi harus dirancang dengan benar dan diperiksa secara teratur untuk roda yang hilang dan bagian yang longgar.
- Jangan bersandar di kursi kantor dengan khaki terangkat
Jangan bergeser melintasi lantai sambil duduk di kursi.
Lemari arsip (Filing Cabinets):
- Buka hanya satu laci file dalam satu waktu
- Jangan letakkan lemari arsip di dekat pintu masuk atau di gang
- Gunakan pegangan laci untuk menutup laci file.
Meja :
- Menjaga meja dalam kondisi baik – bebas dari ujung tajam, paku, dll
- Pastikan meja kaca tidak memiliki ujung yang tajam
- Biarkan laci meja tertutup saat tidak digunakan.
Tangga :
- Pastikan tangga dalam kondisi baik dan diperiksa secara teratur
- Jangan gunakan bagian atas tangga sebagai pijakan
- Pastikan tangga terbuka penuh dan penyebar terkunci
- Tempatkan tangga pada permukaan yang bebas selip
- Jaga agar area di sekitar tangga bebas dari puing-puing.
F. Bahaya Listrik
Kecelakaan listrik di kantor biasanya terjadi sebagai akibat dari :
- Peralatan yang salah penggunaan atau peralatan rusak
- Pemasangan yang tidak aman
Pengendalian Bahaya yang disebabkan Listrik :
- Peralatan harus diardekan (Grounded) dengan benar untuk mencegah cedera akibat sengatan listrik
- Jumlah outlet yang cukup akan mencegah sirkuit kelebihan beban
- Peralatan yang tidak dirawat dengan bail< atau tidal< disetujui tidak boleh digunakan.
- Kabel tidak boleh terbentang di atas paku, pengait, atau benda tajam lainnya
- Stopkontak harus dipasang dan peralatan dirawat sehingga tidak ada bagian listrik yang bertegangan yang terpapar.
- Mesin harus dicabut sambungan listriknya sebelum dibersihkan atau disetel
- Umumnya, mesin dan peralatan harus dikunci atau diberi tanda selama pemeliharaan (Log out, Tag out)
G. Bahaya Mesin dan Alat Kantor
Cedera saat bekerja dapat terjadi disebabkan:
- Mesin kantor dengan bagian bergerak yang berbahaya, seperti pelubang kertas listrik dan penghancur kertas dapat menyebabkan luka gores, lecet, dan patah.
- Penyalahgunaan alat kantor, seperti pulpen, pensil, kertas, pembuka surat, gunting dan stapler dapat menyebabkan luka, tusukan dan infeksi terkait.
Mesin kantor dengan bagian bergerak:
Bahaya mesin Fotocopy
- Bahaya mungkin termasuk kebisingan yang berlebihan dan cahaya yang kuat.
- Selama perbaikan atau reparasi, beberapa bagian mesin fotokopi mungkin menjadi panas.
Pengendalian bahaya mesin fotocopy & mesin yang bergerak :
- Pastikan agar penutup dokumen tetap tertutup.
- Kurangi paparan kebisingan dengan mengisolasi mesin
- Servis mesin secara rutin.
- Ikuti petunjuk produsen untuk perbaikan
- Mesin dengan titik jepit atau bagian yang berputar harus dijaga/diveri penutup agar pekerja kantor tidak dapat menyentuh bagian yang bergerak
- Amankan mesin yang cenderung bergerak selama pengoperasian
- Hindari mengenakan pakaian atau aksesori yang panjang atau longgar disekitar mesin dengan komponen bergerak
Alat kerja kantor lainnya:
Pemotong Kertas (Paper Cutters)
- Pastikan bagian yang tajam tetap tertutup saat tidak digunakan
- Gunakan sesuai prosedur peruntukannya dari produsen
Stapler
- Selalu gunakan alat pencabut stapler
- Jangan pernah mencabut stapler yang macet dengan jari telanjang
- Gunakan sesuai prosedur peruntukannya dari produsen
Pensil, Pulpen, Gunting
- Simpan benda tajam yang tidak ada penutupnya dengan bagian yang tajam menghadap kebawah
Penataan unit komputer pada meja kerja:
Bahaya penggunaan unit komputer:
- Iritasi mata
- Nyeri punggung bawah, leher, dan bahu
- Gangguan trauma kumulatif, seperti sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) yaitu kondisi yang menimbulkan mati rasa kesemutan, nyeri, atau lemah di tangan dan pergelangan tangan, karena penggunaan keyboard dan mouse komputer
- Stress
Pengendalaian bahaya penggunaan unit komputer:
- Desain ergonomis yang tepat harus disesuaikan untuk mencegah ketidaknyamanan.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi:
- Hubungan operator dengan layar
- Postur duduk operator
- Pencahayaan dan latar belakang
- Posisi keyboard dan mouse
- Tinggi kursi
- Pemegang dokumen
- Desain layar, karakter dan warna
H. Ventilasi Ruangan
Sumber polusi udara di kantor meliputi
- Sumber alami (misalnya spora jamur)
- Bahan kimia sintetik (misalnya cairan pembersih)
Sistem ventilasi yang memadai yang menghasilkan udara dalam ruangan yang berkualitas dan memberikan kelembapan dan suhu yang nyaman adalah suatu keharusan.
Mesin kantor dan komponen sistem ventilasi harus diperiksa dan dirawat secara teratur.
I. Pencahayaan
Masalah pencahayaan di kantor antara lain :
- Silau
- Ketegangan mata
- Kelelahan
- Penglihatan ganda
Pencahayaan yang buruk dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan.
Pengendalaian Bahaya Pencahayaan
Kontrol meliputi:
- Pemeliharaan rutin sistem pencahayaan
- Finishing matte berwarna terang pada dinding dan langit-langit untuk mengurangi silau
- Nuansa yang dapat disesuaikan dengan jendela
- Pencahayaan tidak langsung
J. Kebisingan
Sumber kebisingan di kantor antara lain:
- Printer, dan mesin kantor lainnya
- Telepon
- Suara manusia
Kebisingan yang tinggi dapat menghasilkan ketegangan dan stres, serta merusak pendengaran.
Pengendalian Bahaya Kebisingan:
Kontrol meliputi:
- Mesin berisik harus ditempatkan di ruang tertutup.
- Karpet, gorden, dan ubin langit-langit akustik harus digunakan untuk meredam kebisingan.
- Volume telepon harus disesuaikan ke level terendah.
- Rute lalu lintas di kantor harus diatur untuk mengurangi lalu lintas di dalam dan di antara area kerja.

