4 Cara Aman Pemasangan Scaffolding / Perancah

Bekerja di industri konstruksi memang memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Berbagai macam kecelakan bisa menimpa para pekerjanya seperti kebakaran, menghirup gas beracun, tertimpa alat berat, jatuh dari ketinggian dan masih banyak lagi yang lainnya.

Oleh karena itu, para pekerja yang bekerja di industri tersebut tidak hanya wajib memiliki sertifikasi K3  saja. Akan tetapi, para pekerja juga harus memahami dengan baik apa itu K3 dan bagaimana prosedur-prosedurnya.

K3 sendiri merupakan singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja di mana para karyawan tidak hanya mengetahui tentang keselamatan diri saja. Namun, juga harus memperhatikan keselamatan rekan kerja dan juga lingkungan alam yang terdapat di sekitarnya.

Para pekerja konstruksi juga diwajibkan untuk menggunakan beberapa alat keamanan, terutama para pekerja lapangan. Salah satu alat yang kerap digunakan oleh para pekerja adalah scaffolding atau yang juga disebut dengan perancah. Scaffolding menjadi peralatan yang sangat penting untuk digunakan para pekerja yang bekerja di ketinggian.

Meski keamanan dari scaffolding ini sudah terjamin, namun pemasangan alat tersebut tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk memasang scaffolding agar tetap aman dan terhindar dari resiko kecelakaan kerja. Berikut beberapa cara yang harus dilakukan.

Pengertian Scaffolding / Perancah

Laman Wikipedia mengartikan perancah (bahasa Inggris: scaffolding) adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya. Biasanya perancah berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan-bahan lain. 

Sementara jika merujuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), perancah merupakan batangan kayu, bambu, atau pipa besi yang disambung-sambungkan ke atas dan ke samping untuk memanjat bangunan bertingkat.

Cara Aman Pemasangan Scaffolding / Perancah

Gunakan Sistem K3

Keamanan kerja pada bidang konstruksi menjadi hal yang paling utama dan harus diperhatikan dengan baik. Salah satunya yakni dalam penggunaan scaffolding. Bagi Anda yang pertama kali menggunakan alat tersebut, alangkah baiknya untuk memperhatikan prosedur K3 dengan baik dan benar.

Pastikan bahwa beberapa hal tidak Anda lewatkan seperti menggunakan pakaian yang tepat, menggunakan penutup kepala, sepatu anti licin dan tetap berhati-hati pada saat mengambil setiap tindakan. Meski tampak sepele, namun jika beberapa hal tersebut diabaikan maka bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Jadi, bagi Anda para pemula, pastikan sudah menggunakan helm, baju, sepatu dan peralatan lainnya yang sesuai dengan standar keamanan.

Pasang Scaffolding dari Tingkat Pertama

Langkah berikutnya ialah dengan memasang scaffolding dari tingkat pertama atau yang paling bawah. Ini dilakukan pada saat Anda memulai perencanaan untuk pertama kali. Langkah yang satu ini sangat penting untuk dilakukan karena dapat membantu Anda agar lebih mudah dalam melanjutkan ke tahap berikutnya.

Untuk bisa membangun tingkatan utama pada bagian perancah atau scaffolding, biasanya dapat dilakukan sendiri. Akan tetapi, jika Anda belum cukup mampu untuk bisa membuatnya, Anda bisa meminta bantuan dari para profesional.

Memasang Scaffolding dengan Menggunakan Alat Bantu

Ada beberapa hal yang benar-benar harus Anda perhatikan dengan baik pada saat melakukan pemasangan scaffolding yang satu ini. Karena alasan ini, pelatihan K3 tidak boleh Anda lakukan dengan sembarangan.

Dalam memasang scaffolding, Anda juga harus menggunakan alat bantu. Pada saat scaffolding ditingkatkan ke atas, gunakanlah alat bantu lain seperti tali tambang supaya keamanan dari pekerja lain juga terjaga keamanannya.

Jadi, dalam bekerja Anda tidak cuma memikirkan keselamatan diri saja. Namun, Anda juga harus memikirkan keselamatan dari pekerja yang lainnya.

Memasang Pipa Penunjang Alat Scaffolding

Untuk pipa penunjang yang satu ini, biasanya akan diberikan oleh agen scaffolding. Fungsi dari pipa tersebut ialah untuk mengikat perancah atau scaffolding pada sebuah bangunan agar menjadi lebih kokoh. Pada pemasangan pipa tersebut pun tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Di antaranya adlaah seperti berikut:

Pertama, pakailah pipa yang sama mulai dari pengerjaan hingga akhir pengerjaan.

Kedua, perhatikan dengan cermat bagian dari alat scaffolding itu sendiri. Karena apabila alat kurang terawat dan tampak keropos di beberapa bagian, Anda harus cepat menggantinya dengan yang baru. Jika Anda tetap mengabaikannya, bukan tidak mungkin kecelakaan kerja bisa saja terjadi.

Ketiga, pilihlah pondasi yang kuat untuk memasang perancah atau scaffolding.  Pemilihan pondasi yang kuat tersebut bertujuan untuk mencegah scaffolding menjadi patah ataupun ambruk.

Keempat cara tersebut harus Anda perhatikan dengan baik pada saat melakukan pamasangan scaffolding. Jadi, bagi Anda para pemula, alangkah baiknya untuk didampingi oleh para profesional agar risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

Selain itu, memilih tempat pelatihan K3 yang baik juga bisa Anda lakukan. PT Mawi Sarana Samawi menjadi salah satu perusahaan yang terus berusaha untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki keahlian di bidangnya.

Jika Anda ingin mengikuti pelatihan K3 dan mendapatkan sertifikasi dari pelatihan tersebut, Anda bisa langsung bergabung bersama kami dan mendaftarkan diri dengan mengunjungi mawisaranasamawi.com.

Baca juga: Peralatan Standar Untuk Keselamatan Kerja di Bidang Konstruksi

Ada beberapa metode pelatihan yang harus Anda lewati seperti ujian tertulis, presentasi, praktik lapangan secara langsung, dan evaluasi melalui wawancara ataupun uji lapangan.

Referensi:  

  1. Armein Hutagaol. Prosedur Pemasangan dan PembongkaranScaffolding. https://www.academia.edu/30435565/Prosedur_Pemasangan_Dan_Pembongkaran_Scaffolding
  2. Wikepedia. Perancah. https://id.wikipedia.org/wiki/Perancah

Mawi Sarana Mawi

Admin website jasa pelatihan dan sertifikasi K3 di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bekerja di industri konstruksi memang memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Berbagai macam kecelakan bisa menimpa para pekerjanya seperti kebakaran, menghirup gas beracun, tertimpa alat berat, jatuh dari ketinggian dan masih banyak lagi yang lainnya.

Oleh karena itu, para pekerja yang bekerja di industri tersebut tidak hanya wajib memiliki sertifikasi K3  saja. Akan tetapi, para pekerja juga harus memahami dengan baik apa itu K3 dan bagaimana prosedur-prosedurnya.

K3 sendiri merupakan singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja di mana para karyawan tidak hanya mengetahui tentang keselamatan diri saja. Namun, juga harus memperhatikan keselamatan rekan kerja dan juga lingkungan alam yang terdapat di sekitarnya.

Para pekerja konstruksi juga diwajibkan untuk menggunakan beberapa alat keamanan, terutama para pekerja lapangan. Salah satu alat yang kerap digunakan oleh para pekerja adalah scaffolding atau yang juga disebut dengan perancah. Scaffolding menjadi peralatan yang sangat penting untuk digunakan para pekerja yang bekerja di ketinggian.

Meski keamanan dari scaffolding ini sudah terjamin, namun pemasangan alat tersebut tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk memasang scaffolding agar tetap aman dan terhindar dari resiko kecelakaan kerja. Berikut beberapa cara yang harus dilakukan.

Pengertian Scaffolding / Perancah

Laman Wikipedia mengartikan perancah (bahasa Inggris: scaffolding) adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya. Biasanya perancah berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan-bahan lain. 

Sementara jika merujuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), perancah merupakan batangan kayu, bambu, atau pipa besi yang disambung-sambungkan ke atas dan ke samping untuk memanjat bangunan bertingkat.

Cara Aman Pemasangan Scaffolding / Perancah

Gunakan Sistem K3

Keamanan kerja pada bidang konstruksi menjadi hal yang paling utama dan harus diperhatikan dengan baik. Salah satunya yakni dalam penggunaan scaffolding. Bagi Anda yang pertama kali menggunakan alat tersebut, alangkah baiknya untuk memperhatikan prosedur K3 dengan baik dan benar.

Pastikan bahwa beberapa hal tidak Anda lewatkan seperti menggunakan pakaian yang tepat, menggunakan penutup kepala, sepatu anti licin dan tetap berhati-hati pada saat mengambil setiap tindakan. Meski tampak sepele, namun jika beberapa hal tersebut diabaikan maka bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Jadi, bagi Anda para pemula, pastikan sudah menggunakan helm, baju, sepatu dan peralatan lainnya yang sesuai dengan standar keamanan.

Pasang Scaffolding dari Tingkat Pertama

Langkah berikutnya ialah dengan memasang scaffolding dari tingkat pertama atau yang paling bawah. Ini dilakukan pada saat Anda memulai perencanaan untuk pertama kali. Langkah yang satu ini sangat penting untuk dilakukan karena dapat membantu Anda agar lebih mudah dalam melanjutkan ke tahap berikutnya.

Untuk bisa membangun tingkatan utama pada bagian perancah atau scaffolding, biasanya dapat dilakukan sendiri. Akan tetapi, jika Anda belum cukup mampu untuk bisa membuatnya, Anda bisa meminta bantuan dari para profesional.

Memasang Scaffolding dengan Menggunakan Alat Bantu

Ada beberapa hal yang benar-benar harus Anda perhatikan dengan baik pada saat melakukan pemasangan scaffolding yang satu ini. Karena alasan ini, pelatihan K3 tidak boleh Anda lakukan dengan sembarangan.

Dalam memasang scaffolding, Anda juga harus menggunakan alat bantu. Pada saat scaffolding ditingkatkan ke atas, gunakanlah alat bantu lain seperti tali tambang supaya keamanan dari pekerja lain juga terjaga keamanannya.

Jadi, dalam bekerja Anda tidak cuma memikirkan keselamatan diri saja. Namun, Anda juga harus memikirkan keselamatan dari pekerja yang lainnya.

Memasang Pipa Penunjang Alat Scaffolding

Untuk pipa penunjang yang satu ini, biasanya akan diberikan oleh agen scaffolding. Fungsi dari pipa tersebut ialah untuk mengikat perancah atau scaffolding pada sebuah bangunan agar menjadi lebih kokoh. Pada pemasangan pipa tersebut pun tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Di antaranya adlaah seperti berikut:

Pertama, pakailah pipa yang sama mulai dari pengerjaan hingga akhir pengerjaan.

Kedua, perhatikan dengan cermat bagian dari alat scaffolding itu sendiri. Karena apabila alat kurang terawat dan tampak keropos di beberapa bagian, Anda harus cepat menggantinya dengan yang baru. Jika Anda tetap mengabaikannya, bukan tidak mungkin kecelakaan kerja bisa saja terjadi.

Ketiga, pilihlah pondasi yang kuat untuk memasang perancah atau scaffolding.  Pemilihan pondasi yang kuat tersebut bertujuan untuk mencegah scaffolding menjadi patah ataupun ambruk.

Keempat cara tersebut harus Anda perhatikan dengan baik pada saat melakukan pamasangan scaffolding. Jadi, bagi Anda para pemula, alangkah baiknya untuk didampingi oleh para profesional agar risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

Selain itu, memilih tempat pelatihan K3 yang baik juga bisa Anda lakukan. PT Mawi Sarana Samawi menjadi salah satu perusahaan yang terus berusaha untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki keahlian di bidangnya.

Jika Anda ingin mengikuti pelatihan K3 dan mendapatkan sertifikasi dari pelatihan tersebut, Anda bisa langsung bergabung bersama kami dan mendaftarkan diri dengan mengunjungi mawisaranasamawi.com.

Baca juga: Peralatan Standar Untuk Keselamatan Kerja di Bidang Konstruksi

Ada beberapa metode pelatihan yang harus Anda lewati seperti ujian tertulis, presentasi, praktik lapangan secara langsung, dan evaluasi melalui wawancara ataupun uji lapangan.

Referensi:  

  1. Armein Hutagaol. Prosedur Pemasangan dan PembongkaranScaffolding. https://www.academia.edu/30435565/Prosedur_Pemasangan_Dan_Pembongkaran_Scaffolding
  2. Wikepedia. Perancah. https://id.wikipedia.org/wiki/Perancah

Admin

admin dari website © PT Mawi Sarana Samawi